Thursday, May 30, 2013
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Dalam kesempatan ini, saya ingin mengajak masyarakat khususnya mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk bersama menghijaukan lingkungan dengan menerapkan kesadaran membuang sampah pada tempatnya.
“ Berawal dari apa yang kita lihat sehari-hari di kampus, melihat mahasiswa (kita) di area kampus setiap hari membuang sampah seenaknya, membuang tissue, membuang bungkus jajanan, membuang puntung rokok di jalan, dsb. Dan jika kita lihat Melihat selokan dijalanan yang penuh sampah, bahkan di musim penghujan ini selokan-selokan yang kita lihat dijalanan menjadi tersumbat akibat sampah yang kita buang dan mengakibatkan banjir dimana-mana.
Melihat kondisi yang seperti itu, yang semakin kumuh. Kita sebagai orang yang berpendidikan harus, wajib peduli dan tidak menganggap remeh bahwa membuang sampah di setiap tempat pasti ada yang membersihkan!
Ayo rubah kebiasaan kita dari hal yang terkecil yaitu buang sampah pada tempatya dan mulai untuk mengajak keluarga, teman, dan rekan-rekan kita untuk membuang sampah pada tempatnya! Jangan jadikan kebiasaan buang sampah sembarangan sebagai suatu budaya.
kebanyakan masalah dari kita itu dalam buang sampah sembarangan karena beberapa faktor seperti:
1. Tidak di didik untuk cinta lingkungan dari kecil
2. Tebiasa dari kecil buang sampah sembarangan
3. Terbiasa melihat orang lain buang sampah sembarang (ikut-ikutan)
4. Kalau kita sedang duduk terus melihat jarak antara tempat kita duduk dan-
tempat sampah jauh.
5. Tidak ada fasilitas (tempat sampah)
6. Males
7. Dsb.
5. Tidak ada fasilitas (tempat sampah)
6. Males
7. Dsb.
Sampah memang menjadi permasalahan bagi kita di manapun kita berada. Sampah banyak teronggok di kota juga banyak ditemukan di desa. Sampah banyak tertumpuk di pemukiman juga mengotori lingkungan sekolah. Tetap saja problem sampah tak kunjung bisa tuntas diselesaikan. Justru masalah sampah mengancam keberadaan dan fungsi sumberdaya lain termasuk air.
Kita bisa lihat budaya warga Jepang dalam memperlakukan sampah. Jepang melalui pendidikan penanaman kesadaran pada warganya berhasil menanamkan kesadaran yang tinggi untuk mengelola sampah. Sejak usia dini, anak-anak Jepang diberi pendidikan agar mereka tidak membuang sampah sembarangan lalu memilah sampah yang akan dibuangnya. Bahkan orang mabukpun di Jepang, masih mencari tempat sampah untuk membuang botol tempat minumnya.
Berpijak pada budaya Jepang, ada beberapa hal yang akan dilakukan sebagai langkah kerja dalam menanamkan kesadaran membuang sampah;
1. Melakukan kegiatan aksi kerja bakti di lapangan (mengumpulkan sampah).
2. Mengadakan workshop atau seminar mengenai buang sampah
3. Mengadakan kegiatan pelatihan pengelolaan sampah bagi mahasiswa-
dari mulai memilah sampah untuk di daur ulang,
4. Mengadakan pendidikan mengenai sampah pada anak-anak usia dini.
4. Mengadakan pendidikan mengenai sampah pada anak-anak usia dini.
Ingat !
“Jika anda bukan orang sembarangan, maka Jangan buang sampah sembarangan”
Wassalammu'alaikum Wr. Wb
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Currently have 0 komentar: